Senin, 25 Oktober 2010

Cara Membuat Wajanbolic




Artikel ini saya kupas berhubung waktu yang saya miliki tak banyak untuk menulis ,jadi biarkan gambar yang bercerita y? :-)






Pertama, Siapkan material yang dibutuhkan USB WLAN, wajan / penggorengan, pipa pralon 3″, pipa pralon 1.25″ dan dop pralon, kabel USB yang di perpanjang dan USB Extender jika di perlukan.







Material Wajanbolic
Lubangi wajan, siapkan dop pralon 3″ dan dop pralon 1.25″ yang di bor di tengahkan. Kemudian baut dop pralon 3″ ke dasar wajan.







Wajan untuk wajanbolic
Wajan tampak belakang sesudah di bautkan dop pralon di muka wajan.




Wajan tampak belakang
Siapkan USB WLAN. Tutup USB WLAN dengan karet untuk melindungi USB WLAN dari hujan.





USB WLAN
Masukan karet pelindung ke USB WLAN.





USB WLAN dalam lindungan karet
masukan USB WLAN yang dilindungi karet ke pralon 1.25″ sebagai dudukan. Posisikan USB WLAN sekitar 5.3 cm dari ujung pralon yang paling jauh dari wajan.





USB WLAN pada pralon 1.25″
USB WLAN pada pralon, tampak dari sudut lain.






USB WLAN dalam pralon 1.25″
Dop untuk di letakan di ujung pralon 3″. Semua dinding dop pralon ditutup dengan lakban aluminium. Kombinasi dop pralon yang di lapisi lakban alumunium dan pralon yang ditutupi kalban aluminium sebetulnya menjadi konstruksi antenna kaleng. Di ambil foto dari muka.






dop pralon 3″
Tutup pralon untuk diletakan di ujung pralon. Di ambil foto dari belakang.

Dop pralon 3″ dari belakang





Pralon 3″ dilapis lakban aluminium sepanjang 20cm, tidak sampai ujung. Sisakan beberapa sentimeter yang dihitung dari fokus wajan. Lubangi wajan sekitar 5.3 cm dari ujung, untuk connector USB WLAN.





Pralon 3″
USB WLAN sudah dimasukan ke pralon. USB WLAN keluar pada jarak sekitar 5.3 cm dari ujung pralon.





USB dalam pralon 3″






pralon 3″ dari sudut 2
Masukan dop pralon 3″.





pralon 3″ ditutup tampak samping





Pralon 3″ ditutup tampak muka
.Masukan pralon 3″ ke tutup pralon 3″ yang sudah di baut ke wajan.






Pralon 3″ di Wajanbolic
WajanBolic dah selesai. Sambungkan kabel USB yang sudah di perpanjang dengan kabel UTP. Wajanbolic siap digunakan.








sumber http://solocybercity.wordpress.com/2009/01/25/cara-buat-antena-wajanbolic/

Sabtu, 16 Oktober 2010

Online Registration of ROBOTE's New Members


Bagi yang ingin bergabung di komunitas ROBOTE (Rombongan Bocah Tekaje ) Segera isi formulir. Komunitas ini hanya untuk siswa TKJ SMK N 1 CILACAP .

Silakan KLIK DI SINI

Jumat, 21 Mei 2010

Pemasangan Hotspot Di Ruang Guru SMK Negeri 1 Cilacap

A.Pendahuluan
Tekhnologi sudah marak di gunakan, tujuan penggunaan internet juga sudah mulai berkembang mulai dari e-mail, chating video conference sampai sekarang mencapai tahap multimedia, dengan maraknya internet dan tekhnologi informasi membuat sebagian orang berencana membuat hotspot di beberapa tempat seperti rumah makan, tempat rekreasi, dan tempat umum lainnya.

B.Hotspot
Tekhnologi ini sudah tidak asing lagi di telinga kita, penggunaannyapun semakin mudah, tidak lagi plug and play tetapi detect and play, artinya dimana kita ada fasilitas untuk mendeteksi hotspot, maka kita dengan mudah bisa terkoneksi internet.

C.WiFi
WiFi (Wireless Fidelity) adalah istilah generik untuk peralatan wireless LAN. Biasa menggunakan keluarga standar IEEE 802.11. oleh karena itu di dukung banyak vendor.

D.Wireless sebagai sarana berkomunikasi langsung LAN
Seperti yang telah di jelaskan, untuk bisa berkomunikasi antara komputer satu dengan yang lain di butuhkan sebuah koneksi lokal dengan wireless, misalnya dalam hal pertukarn data ataupun teleconference (pertukaran suara dan gambar video realtime), hal ini bisa di bangun dengan menggunakan wireless LAN karena jarak yang di jangkau bisa mencapai 10-20km (jarak udara)

Penerapan komunikasi data dengan metode point to point
Untuk menerapkan HOTSPOT di satu area di sisi server ini di butuhkan beberapa peralatan dan perlengkapan sbb :

1.Koneksi Internet
Dari sisi client masuk ke sebuah router kemudian memprosesnya ke dalam billing dan melanjutkannya ke internet, untuk mengakses website dll yang terdapat di internet.
2.Software Server Radius
Software ini diperlukan untuk sebuah manajemen yang rapi, membeli software berarti menginvestasikan harta jangka panjang yang bisa di setting sesuai dengan keinginan kita.
3.Access Point
Selain antena, juga di perlukan sebuah radio akses point yang berfungsi untuk mengubah sinyal-sinyal radio tersebut menjadi paket-paket data dalam sebuah jaringan wireless.
4.Cabling
Cabling ini yang bertugas menyampaikan data antara komputer server dengan akses point yang di minta atau yang dikirim melalui sarana wiFi di atas.
•UTP dan konektor RJ45
Kabel UTP ini dipasang diantara access point dengan komputer/laptop
•Kabel listrik
Kabel listrik ini difungsikan untuk memberi power listrik dan dipasang pada access point.
Spesifikasi harga alat pembangunan satu hotspot :
Perangkat-Perangkat yang dibutuhkan :
1.Acces Point(TP Link) 1 buah Rp. 1.500.000
2.Kabel UTP 40 meter (@Rp. 3.000) Rp. 120.000
3.RJ 45 2 buah (@Rp. 5.00) Rp. 1.000
4.Penjepit Kabel 38 buah (@Rp. 300) Rp11.400

Jumat, 12 Februari 2010

Alat,Bahan,dan Cara Membuat ISP





ISP (Internet Service Provider) merupakan suatu perusahaan yang memberikan layanan dalam pelayanan internet.. dengan adanya ISP,, koneksi kita diatur sedemikian rupa agar kita dapat terkoneksi ke Internet.Dengan berkembangnya sarana informasi atau telekomunikasi yang sangat menunjang berbagai aspek di masyarakat serta demi kemajuan bangsa untuk tidak terbelakang dari Negara lain serta untuk memperluas jaringan komunikasi antara daerah maka perlu diberdayakan jaringan INTERNET.Dengan ISP yang menjadi penyedia layanan atau ISP (Internet Service Provider) yang mampu mengembangkan dari segi kualitas dan pelayanan dengan SDM yang professional di bidangnya.Dengan adanya INTERNET di masyarakat baik itu secara Personal Internet (Home Internet),Office Internet maupun Warnet maka akan semakin mudahnya masyarakat untuk melakukan komunikasi dan mencari informasi di layanan Internet itu.Maka dari itu,ISP sebagai penyedia layanan Internet siap memberikan layanan dengan maksimal kepada client. Tanpa adanya ISP yang mengatur koneksi ke Internet, maka kita akan kesulitan untuk berkomunikasi di dunia maya.. berikut ini merupakan langkah-langkah pembuatan proposal usaha “Membangun ISP”:1.Penggunaan Dan Sumber bahan bakuPenggunaan dan sumber bahan baku yang digunakan dalam proses produksi ISP ini antara lain sebagai berikut ini:1. Komputer Server Sebagai sebuah server yang menyediakan berbagai layanan yang dapat diakses oleh computer client seperti layanan DHCP,Web Server,Domain Controled dan berbagai layanan lain.2. Router sebagai alat yang dapat menghubungkan 2 segmentasi yang berbeda dalam jaringan computer.3. Switch sebagai alat yang mentransmisikan beberapa simpul yang akan memudahkan dalam koneksi jaringan ISP yang akan dibuat4. Komputer Operator yang berfungsi sebagai alat yang akan digunakan untuk memonitoring traffic data dan meng-control akses client agar client dapat dengan mudah mengakses berbagai layanan.5. Wireless Smart Bridge yang berfungsi sebagai media transmisi jaringan tanpa kabel antara base station yang akan memudahkan client maupun operator dan memberikan efisiensi tempat karena dengan menggunakan wireless,jarak yang ditempuh dapat lebih jauh jangkauan jaringannya daripada menggunakan kabel UTP biasa .6. Tower yang berfungsi sebagai sarana pendukung sinyalKabel Fiber Optic sebagai penghubung media jaringan dengan menggunakan kabel serat optic yang dapat berjarak 75 KmKabel UTP + RJ45 sebagai kabel jaringan yang berjarak pendek7. Computer pendukung dengan detail sebagai berikut:ü P4 Dual Coreü Memory 1 Gbü HD 120 Gb SataSoftware Client Server sebagai system operasi dan software aplikasi yang berfungsi sebagai fondasi dasar dari jaringan ISP yang kita buatPendukung Jaringan(Crimping,Tester dll) yang berfungsi mempermudah pekerjaan teknisi jaringan dalam membangun ISP2.Proses Produksi dan Peralatan yang digunakanTempatkan router,Server dan Wireless.

Buatlah Jalur Jaringan dengan menggunakan berbagai media transmisi seperti dengan menggunakan Wireless,Kabel UTP,Serial,dan Fiber OpticLakukan Installasi semua peralatan Jaringan,mulai dari Router,Komputer,Server dll sehingga semua peralatan dapat saling berkomunikasiKoneksikan ISP ke Internet melalui GatewayTempatkan beberapa Client yang telah terdaftar untuk dapat menikmati beberapa fasilitas yang diberikanBuatlah beberapa macam layanan yang disediakan Server seperti layanan Mail,Web,DHCP dan lain-lain sesuai dengan kebutuhan client.ISP telah dapat digunakanUntuk membuat koneksi dengan ISP kita perlu melakukan beberapatahapan berikut, yaitu :a. Langkah awal untuk membuat koneksi dengan Telkomnet, yaitu bukalah‘Network Conection’ yang berada pada Start> Settings>Network Connections.b. Kemudian pilihlah menu ‘Create a new connections’ pada bagian kiri atas,bila muncul tampilan “New Connection Wizard”maka tekan tombol ‘Next’c. Kemudian kliklah ‘Connect to the Internet’, lalu tekan tombol ‘Next’d. Selanjutnya kliklah ‘Set up my connection manually’ lalu tekan tombol‘Next’e. Kliklah ‘Connect using a dial-up modem’ lalu tekan tombol ‘Next’f. Tuliskan nama ISP yang akan dihubungi, misalnya “Telkomnet”. Kemudiantekanlah tombol “Next’g. Selanjutnya isikan nomor telepon ISP Telkomnet, yaitu 080989999.Kemudian tekanlah tombol ‘Next’h. Langkah berikutnya adalah mengisikan user name dan password untukTelkomnet, user name-nya adalah telkomnet@instan dan pasword-nya telkom.Selanjutnya tekanlah tombol ‘Next’i. Tekan tombol ‘Finish’ untuk mengakhiri pembangunan koneksi ke ISP,maka akan muncul tampilan ‘dial-up’ berupa tampilan “Connect Telkomnet”j. Untuk melakukan koneksi ke Telkomnet, tekanlah tombol ‘Dial’. Kemudianmuncullah tampilan yang menunjukkan komputer sedang membangun koneksi denganTelkomnet yaitu ditandai dengan tulisan “Connecting Telkomnet…..”k. Setelah pembangunan koneksi berhasil, maka akan muncul pesan “Telkomnetis now connected”




Jumat, 05 Februari 2010

Konfigurasi Hotspot TP-LINK TL-WA601G






Langkah-langkah membuat hotspot menggunakan TP-LINK 108M Wireless Access Point TL-WA601G dengan router PC atau Laptop berbasis Windows XP, jaringan internet menggunakan USB modem wireless huawei E169.

1.Perlu anda ketahui bahwa produk TP-link tipe ini merupakan akses poin saja, jadi untuk bisa berfungsi sebagai hotspot internet anda membutuhkan sebuah router agar wireless client bisa terhubung dengan internet, ok.

2.Default seting untuk TP-link ini IP : 192.168.1.1 Username : admin Pasword : admin. Seandainya anda membeli TP-link ini bekas pakai, anda harus menanyakan IP, username, passwordnya kepada pemilik sebelumnya agar anda bisa seting ulang konfigurasinya. Atau anda mau repot sedikit dengan mereset ke default setingnya. Ternyata ga segampang yang anda pikirkan. Caranya sebagai berikut:

· Langkah 1 Matikan alatnya (tarik kabel power jack dari unit)

· Langkah 2 Tekan tombol reset dengan menggunakan pin atau jarum, tahan dan hidupkan kembali unit dengan mencolokkan lagi kabel power jacknya, ingat tahan tombol resetnya selama 15 detik.

· Langkah 3 Lepas tombol reset dan biarkan unit reboot sendiri. Pastikan kabel power jangan dilepas lagi selama reboot, ok.

· Setelah reset alamat IP unit harus kembali ke default setingannya.

3.Pastikan IP komputer anda berada dalam range unit, seperti 192.168.1.X (X antara 2 – 253), subnet mask 255.255.255.0, default gateway 192.168.1.1 (alamat IP unit).

4.Hubungkan unit dengan komputer anda menggunakan kabel RJ-45.

5.Buka web browser anda, seperti internet explorer, mozilla firefox,atau opera.

6.Ketik 192.168.1.1 maka akan muncul windows TP-link username dan passwordnya. Isi dengan username: admin password : admin.

7.Ubah username dan passwordnya, jangan sampai ada orang lain yang tahu selain anda sebagai adminnya.

8.Konfigurasikan alamat IP unit sesuai keinginan anda, misal 192.168.170.2 dan jangan lupa pilih static ip. Default gateway isi dengan alamat IP komputer anda misal 192.168.170.1. Subnet mask 255.255.255.0 dan aktifkan DHCP dengan range IP 192.168.170.X (X antara 3-253). Setelah itu reboot unit.

9.Sekarang cara mengubah Laptop atau komputer anda menjadi router berbasis windows XP. Klik Start, pilih run, ketik regedit. Klik HKEY_LOCAL_MACHINE lanjut ke SYSTEM lanjut ke CurrentControlSet lanjut ke Services lanjut ke Tcpip lanjut ke Parameters. Ok, di sini anda akan menemukan IPEnableRouter. Ganti valuenya defaultnya 0 dengan 1. Setelah itu restrart komputer anda. Router PC siap digunakan.

10.Komputer anda punya dua fungsi, sebagai router dan server. Cara konfigurasi sebagai server : Klik start pilih Connect To lanjut ke Show all connection. Pojok kiri atas anda ada Network Task, pilih Set up a home or small office network akan muncul menu welcome to the network service wizard lanjut next sampai ke menu the wizard found disconnected network hardware. Centang dan lanjut ke next. Disini muncul menu Select a connection method. Pilih this computer connect directly to the internet. Lanjut pilih next muncul menu Select your internet connection. Pilih profil Huawei mobile connect – 3G modem. Lanjut next muncul menu Select your private connection, pilih Local area connection. Lanjut next muncul menu Computer description : Server and name : Nama anda. Lanjut next Workgroup name : MSHOME. Lanjut next pilih turn on file printer sharing.Lanjut next. Just finish the wizard. OK, selesai.

11.Setting ulang alamat IP komputer, misal 192.168.170.1, IP unit 192.168.170.2, isi default gateway sama dengan alamat IP Komputer, subnet 255.255.255.0. Restart komputer.

12.Biasanya wireless internet sering putus sinyalnya. Cara mengatasi biar bisa auto konek sebagai berikut : Klik Start pilih menu show all connection. Pilih misalkan anda menggunakan TelkomselFlash (huawei mobile connect 3G-modem). Lanjut pilih properties, pilih option. Pada menu dialing option, hilangkan centang pada menu prompt for phone number. Redial attempt isi 100 dan centang menu redial if line is dropped. Klik OK, Selesai.



Minggu, 10 Januari 2010

PENGERTIAN-PENGERTIAN WAN,MAN,INTERNET,ROUTER,ROUTER TABLE,ROUTER PROTOCOL

Pengertian-Pengertian:
1.WAN
WAN kepanjangan dari Wide Area Network yang merupakan jaringan komunikasi data ygang mencakup wilayah geografi yang luas,dan biasanya memanfaatkan jaringan komunikasi,misalnya saluran telepon.

Jaringan inteqnet mengingat jangkauannya yang luas dapat digolongkan sebagai WAN. Jaringan mesin ATM dari bank nasional di seluruh Indonesia juga merupakan contoh jaringan WAN.
2) Metropolitan Area Network (MAN)
Metropolitan Area Network (MAN), pada dasarnya merupakan versi
LAN yang berukuran lebih besar dan biasanya menggunakan
teknologi yang sama dengan LAN. MAN dapat mencakup kantorkantor
perusahaan yang letaknya berdekatan atau juga sebuah kota
dan dapat dimanfaatkan untuk keperluan pribadi (swasta) atau
umum. MAN mampu menunjang data dan suara, bahkan dapat
berhubungan dengan jaringan televisi kabel.

3) Internet
Sebenarnya terdapat banyak jaringan di dunia ini, seringkali
menggunakan perangkat keras dan perangkat lunak yang berbedabeda.
Orang yang terhubung ke jaringan sering berharap untuk bisa
berkomunikasi dengan orang lain yang terhubung ke jaringan
lainnya. Keinginan seperti ini memerlukan hubungan antar jaringan
yang seringkali tidak compatibel dan berbeda. Biasanya untuk
melakukan hal ini diperlukan sebuah mesin yang disebut gateway
guna melakukan hubungan dan melaksanakan terjemahan yang
diperlukan, baik perangkat keras maupun perangkat lunaknya.
Kumpulan jaringan yang terinterkoneksi inilah yang disebut dengan
internet.

4) ROUTER
Router adalah perangkat jaringan yang aktif dan intelegent dan
dapat berpartisipasi dalam manajemen jaringan. Router mengatur
jaringan dengan menyediakan kontrol dinamis melalui sumber
daya dan mendukung tugas dan tujuan dari jaringan. Beberapa
tujuan tersebut antara lain konektivitas, perfomansi yang reliabel,
kontrol manajemen dan fleksibilitas.

5).Routing table
Adalah sebuah tabel elektronik (file) atau tipe database objek yang disimpan dalam suatu router atau jaringan komputer. The routing table stores the routes (and in some cases, metrics associated with those routes) to particular network destinations. Tabel routing menyimpan rute (dan dalam beberapa kasus, metrik yang diasosiasikan dengan orang-rute) untuk jaringan tertentu tujuan. This information contains the topology of the network immediately around it. Informasi ini berisi topologi jaringan segera di sekitarnya. The construction of routing tables is the primary goal of routing protocols and static routes . Pembangunan tabel routing adalah tujuan utama dari protokol routing dan rute statis.


6) Routing Protokol
Protokol routing merupakan aturan yang mempertukarkan informasi
routing yang nantinya akan membentuk tabel routing sedangkan
routing adalah aksi pengiriman-pengiriman paket data berdasarkan
tabel routing tadi.
Semua routing protokol bertujuan mencari rute tersingkat untuk
mencapai tujuan. Dan masing-masing protokol mempunyai cara dan
metodenya sendiri-sendiri. Secara garis besar, routing protokol
dibagi menjadi Interior Routing Protocol dan Exterior Routing
Protocol

Selasa, 17 November 2009

Melakukan Perbaikan dan atau Setting ulang Koneksi Jaringan


Tindakan-tindakan yang harus dilakukan untuk
mengetahui apakah konektifitas yang telah dilakukan berhasil dapat
dilakukan dengan cara:
1) Pemeriksaan ulang konfigurasi jaringan
Pemeriksaan ulang konektifitas jaringan merupakan tindakan
pengecekan ulang kembali dari proses paling awal yakni:
a) Memeriksa pemasangan kartu jaringan (LAN Card) apakah
telah terpasang dengan baik atau tidak
b) Memeriksa Pemasangan konektor Kabel pada hub/switch atau
konektor lain tidak mengalami short atau open,
c) Pemasangan konektor tidak longgar
d) Setting dan konfigurasi kartu jaringan secara software telah
benar sesuai dengan ketentuan jaringan sebelumnya baik dari
instalasi driver kartu jaringan, Konfigurasi IP Address, Subnet
mask dan Workgroup yang digunakan.

2) Pengujian konektifitas jaringan
Pengujian atau pengetesan jaringan dilakukan untuk mengetahui
apakah komputer yang kita konektifitaskan telah berhasil masuk
dalam sistem jaringan yang dituju.

Cara pengujian hasil koneksi jaringan dapat dilakukan dengan
cara double klik pada icon Network Neighborhood akan didapatkan
daftar nama komputer yang telah masuk dalam jaringan sampai
saat pengaksesan tersebut.
Cara lain yang dapat dilakukan untuk mengetahui apakah
komputer tersebut telah terhubung dengan jaringan adalah
dengan masuk pada windows explorer disana akan memberikan
informasi secara lengkap.
Pengujian dapat pula dilakukan dengan menggunakan Ms Dos
untuk melihat konfigurasi pada TCP/IP.
Pada windows Ms Dos ketikkan C:>IPCONFIG/ALL (IP
Configuration)
IPCONFIG (IP Configuration) memberikan informasi hanya
pengalamatan TCP/IP pada komputer tersebut saja. Misalnya
komputer memiliki nomor IP Addres 10.1.1.7 dan
Subnet Masknya adalah 255.255.255.0
Untuk informasi yang lebih lengkap dapat juga dilakukan dengan
mengetikkan pada Ms Dos adalah C:> IPCONFIG/ALL|MORE

Dari tampilan IPCONFIG secara keseluruhan (all) dapat diperoleh
informasi bahwa :
a) Host Name (Nama Komputer)
b) Diskripsi Kartu jaringannya
c) Physical Adapter
d) IP Addres
e) Subnet Masknya

Untuk mendeteksi apakah hubungan komputer dengan jaringan
sudah berjalan dengan baik maka dilakukan utilitas ping. Utilitas
Ping digunakan untuk mengetahui konektifitas yang terjadi
dengan nomor IP address yang kita hubungi.
Apabila alamat yang dihubungi tidak aktif atau tidak ada maka
akan ditampilkan data Request Time Out (IP Address tidak
dikenal).
Berarti komputer tersebut tidak dikenal dalam sistem jaringan,
atau sedang tidak aktif.
Setelah melakukan pengujian pada sistem jaringan setiap
komputer telah dapat terhubung dengan baik. Sistem jaringan
tersebut dapat digunakan untuk sharing data ataupun printer,
modem (Internet) dan sebagainya. Sharing dimaksudkan untuk
membuka jalan untuk komputer client lain mengakses atau
menggunakan fasilitas yang kita miliki.


SUMBER:Modul TKJ



Hacker Bobol VoIP ,Tipu Nasabah Bank

Para pelaku kejahatan cyber di AS menemukan akses baru untuk melancarkan aksi kejahatan mereka.

Para kriminal tersebut membobol sistem layanan VoIP (Voice over Internet Protocol) yang digunakan perusahaan-perusahaan skala menengah. Beberapa minggu terakhir, laporan terbaru di AS menyebutkan ada lusinan sistem VoIP yang dibobol para pelaku kriminal cyber. "Pembobolan layanan VoIP merupakan bentuk kejahatan baru dalam dunia telekomunikasi dan kejahatan cyber," kata pengacara wilayah New Jersey Erez Lieberman seperti dikutip dari Computer World, Kamis (29/10/2009). "Ini adalah ancaman serius dan harus diwaspadai oleh para pemilik perusahaan," tambahnya. Layanan serupa telepon melalui internet ini dimanfaatkan oleh mereka untuk mengontak nasabah bank yang menjadi target. Mereka kemudian menipu para korban agar memberikan nomor dan password untuk mengakses akun bank mereka. Para korban umumnya mereka yang menjadi nasabah di sebuah bank dengan cakupan wilayah yang kecil, yang umumnya hanya memiliki sedikit sumber dalam mendeteksi aksi penipuan. Umumnya, mereka akan membobol sistem layanan VoIP dan menelepon korban dengan cara memutar ulang pesan suara yang menyebutkan bahwa akun bank mereka tengah mengalami eror.Korban kemudian diminta melakukan konfirmasi password dan nomor PIN ATM. Dari situlah si pelaku kejahatan kemudian dapat mengeruk keuntungan dari akses akun bank para korbannya.


sumber:okezone.com

Selasa, 10 November 2009

Membuat Server dgn Redhat memakai VMware

Membuat Jaringan Sendiri dengan satu PC (Personal Computer)

Dengan satu PC, Apa bisa?. Membuat jaringan komputer biasanya diperlukan dua atau lebih komputer yang saling terhubung. Tapi dengan menggunakan software Vmware Workstation versi 4.0 dapat dilakukan dengan hanya menggunakan satu PC (Personal Computer) dengan syarat PC tersebut minimal PII, Ram 128MB atau lebih, sudah ada kartu jaringannya (Network Interfaced Card), Konektor RJ45 dan kabel UTP (± 10 cm) untuk ‘virtual Hub’ serta harddisk berkapasitas besar (± 20 GB). Pada tulisan kali ini saya akan membahas cara menggunakan software VMWare Workstation tersebut dan membuat jaringan sederhana (workgroup) antara windows XP dan Redhat Linux versi 7.2 serta cara membuat ‘Virtual Hub’

Software VMWareWorkstation
Software VMWare Workstation digunakan untuk membuat sistem operasi virtual dan hanya bisa diinstall pada sistem operasi windows NT, windows XP, windows 2000 family, windows 2003 dan Linux. Dengan menggunakan software VMWare Workstation dapat membuat seolah ada PC lain (Virtual PC) didalam system windows anda. Setiap aksinya seperti komputer standalone yang berjalan di sistem operasinya sendiri. Untuk tulisan ini penulis menggunakan Windows XP Professional yang selanjutnya disebut sebagai komputer Host yang menjalankan software VMWare Workstation sedangkan sebagai system operasi yang berjalan pada software VMWare Workstation digunakan Redhat Linux yang selanjutnya disebut sebagai computer Guest. Untuk menginstall software VMWare Workstation klik dua kali pada file installernya kemudian ikuti langkah-langkah yang ada dilayar monitor. Setelah selesai instalasi software VMWare Workstation, secara otomatis pada network connection terdapat dua icon network baru yang terinstall pada waktu instalasi software VMWare Workstation, yaitu VMWare Network Adapter (Vmnet1) dan VMWare Network Adapter (Vmnet8). Pada VMWare Workstation terdapat tiga koneksi jaringan yang dapat dikonfigurasi sesuai dengan keinginan anda. Ketiga koneksi jaringan itu adalah:

Bridge Networking
Bridge Networking akan menghubungkan virtual machine anda pada jaringan lokal menggunakan komputer host. Bridge Networking menghubungkan kartu jaringan virtual pada virtual machine ke kartu jaringan fisik pada komputer host. Jika anda menggunakan Bridge Networking, virtual machine anda membutuhkan identitas sendiri. Sebagai contoh, pada seting TCP/IP, virtual machine membutuhkan alamat IP sendiri yang berbeda dengan komputer host.
Network Address Translation (NAT)
Network Address Translation (NAT) dapat menghubungkan dengan virtual machine ke jaringan luar dimana anda hanya memiliki satu buah alamat IP pada jaringan fisik, dan alamat tersebut digunakan pada komputer host. Sebagai contoh, gunakan NAT untuk menghubungkan virtual machine kita ke internet melalui koneksi secara dial-up pada computer host atau melalui computer host yang menggunakan kartu jaringan berteknologi wireless. NAT juga dapat digunakan pada saat kita membutuhkan koneksi tanpa kartu jaringan, contohnya token ring atau ATM.
Host-Only Networking
Host-Only Networking menyediakan koneksi jaringan antara virtual machine dengan komputer host, menggunakan kartu Ethernet visual yang ada pada system operasi komputer host. Jika anda menggunakan host-only networking, virtual machine kita dan kartu jaringan komputer host keduanya dihubungkan ke jaringan alamat TCP/IP. Alamat-alamat pada jaringan ini telah disediakan oleh VMware DHCP server.
Installasi sistem operasi guest pada virtual machine hanya berupa satu file saja, sehingga bila ada proses format dan pembuatan partisi, yang diformat dan dipartisi adalah file bukan harddisk pada komputer host..

Langkah selanjutnya adalah menginstall system operasi yang akan kita hubungkan dengan komputer host, yaitu Redhat Linux 7.2 melalui VMWare Workstation.Langkah-langkah instalasi sistem operasi Redhat Linux pada komputer guest.:

Klik pada menu file, New, New virtual machine.
Pada Virtual machine Configuration, pilih Typical, klik next.
Kemudian pilih guest operating system yang ingin kita install dalam hal ini Redhat Linux.
Tentukan letak drive dimana file tersebut akan disimpan, misalnya: c:\virtual machine.
Setelah itu pilih koneksi jaringan yang akan kita gunakan yaitu use bridged networking, setelah selesai klik tombol finish.
Untuk memulai instalasi Redhat Linux, klik menu power, kemudian pilih power on, kemudian VMware akan mengaktifkan jendela instalasi windows.
Tekan tombol F2 untuk merubah setting bios vmware dengan pilihan memboot lewat cdrom, masukkan cd software Redhat Linux. Pada Redhat Linux 7.2 boot prompt, pilih model instalasi yang anda ingin lakukan, dengan Text mode atau Grafik mode. Pilih Text mode dengan mengetikkan Text kemudian tekan tombol enter.
Ikuti langkah-langkah instalasi seperti pada komputer sesungguhnya. Pilih bahasa dan keyboard yang digunakan, kemudian pada layer tipe instalasi , pilih Server atau Workstation tipe instalasinya, pilih workstation.
Akan tampil pesan:

Bad partition table. The partition table on device sda is corrupted. To create new partitions, it must be initialized, causing the loss of ALL DATA on the drive.

Hal ini bukan berarti bahwa ada yang salah dengan komputer anda. Hal ini berarti bahwa hardisk pada virtual machine perlu dipartisi dan diformat. Klik tombol Initialize dan tekan Enter.

Pilih partisi automatis pada harddisk virtual, klik next.
Jika computer anda terhubung pada jaringan yang mensupport DHCP, anda bisa memilih pilihan use boot/dhcp. Karena kita ingin membuat jaringan sendiri kita pilih manual yaitu dengan mengetikkan alamat IPnya : 192.168.0.2 dan subnetnya 255.255.255.0
Pada Layar pilihan mouse, pilih Generic-3 Button Mouse (PS/2) dan pilihlah Emulate 3 Buttons untuk support tiga tombol mouse pada mesin virtual.
Pada layar pilihan kartu grafik, pilih default.
Lanjutkan pada layar Starting X dan klik tombol skip untuk melewati test konfigurasi setting grafik.
Setelah instalasi Redhat Linux 7.2 selesai, jangan lupa menginstall Vmware tools untuk dapat menggunakan Linux dalam mode grafik.
Untuk menginstal VMWare tools ada beberapa tahap, yaitu:

Aktifkan mesin virtual Redhat Linux.
Setelah system operasi guest berjalan, persiapkan mesin virtual anda untuk instalasi.Pilih File > Install VMware Tools.Langkah selanjutnya dilakukan didalam mesin virtual.
Pastikan system operasi Guest berjalan pada mode Text.
Login sebagai Root (su-), ketikkan perintah berikut ini.Catatan : Beberapa distribusi linux menggunakan nama yang berbeda atau mengorganisasikan /dev direktori pada drive CD-ROM bukan /dev/cdrom, rubahlah perintah-perintahnya sesuai dengan yang digunakan oleh distribusi linux yang anda pakai.mount /dev/cdrom /mntcd /tmptar zxf /mnt/vmware-linux-tools.tar.gzumount /mnt
Jalankan VMware instalasi VMware tools.cd vmware-tools-distrib./vmware-install.pl
logout dari account Rootexit
Kemudian login kembali sebagai ROOT dan ketikkan startx.
Pada terminal X, jalankan aplikasi background vmware tools.Vmware-toolbox &Catatan: Anda dapat menjalankan VMware tools sebagai root atau user biasa.
Membuat Virtual HUB Yang dimaksud dengan ‘virtual hub’ disini adalah sebuah hub yang tidak benar-benar ada secara fisik, namun hub ini merupakan suatu hub yang terbuat dari sebuah konektor RJ45 dan kabel twisted pair dengan konfigurasi sebagai berikut :
Konektor RJ-45

Putih Orange
Orange
Putih Hijau
Biru
Putih Biru
Hijau
Putih Coklat
Coklat
Pada bagian yang tidak ada RJ45 nya, kabel 1.Putih Orange digabung dengan kabel 3.Putih Hijau, kemudian kabel 2.Orange digabung dengan kabel 6.Hijau sedangkan keempat kabel lainnya yaitu Biru, Putih Biru, Putih Coklat dan Coklat digabungkan satu sama lain.

Setelah semua setting kabel diatas kita lakukan, masukkan virtual hub tersebut kedalam kartu jaringan pada komputer host, secara otomatis pada taskbar akan muncul icon network, yang menandakan komputer host tersebut terhubung dengan jaringan ‘virtual’. Untuk mencoba koneksi jaringan antara komputer host dengan komputer guest terhubung atau tidak dapat kita lakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut :

Pada komputer host, klik tombol start pada taskbar, kemudian klik Run, ketikkan perintah, PING 192.168.0.2. Bila setelah perintah tersebut ada pesan Reply from 192.168.0.2 maka komputer host tersebut sudah terhubung dengan komputer guest. Anda dapat saling bertukar file atau berbagi printer yang telah disharing dengan virtual machine.

Selain Linux, VMWare Workstation dapat juga diinstall system operasi windows for workgroup 3.11, windows NT, windows 98, windows 2000 Family, windows XP, windows 2003, Linux (Redhat, Mandrake, SuSE linux, Turbo linux), Novell Netware dan Free BSD. Software VMWare Workstation dapat didownload pada situs http://www.vmware.com.

Semoga berhasil dan selamat mencoba....

Sumber : http://aldoexpert.8rf.org/website/artikel/AKMembuatJaringanSendiriDenganSatuPC.php

Selasa, 27 Oktober 2009

CARA PEMBUATAN JARINGAN LAN

Peralatan yang dibutuhkan:
1. Dua atau lebih PC
2. Network Card sesuai dg jumlah PC
3. Kabel coaxial atau UTP
4. Hub bila diperlukan
5. Terminator
6. T-Connector

Langkah-langkah pembuatan:

1. Sebelumnya anda harus mengetahui dahulu tipe jaringan yang ingin anda gunakan. Saat ini tipe jaringan yang sering digunakan adalah tipe bus dan tipe star.1.1 Tipe BusJaringan jenis ini menghubungkan secara langsung dari komp1 ke komp2 lalu komp2 ke komp3 dst. Jaringan jenis ini memang paling mudah pemasangannya dan lebih murah sehingga lebih cocok untuk home user sedangkan ia memiliki kelemahan dimana bila ada salah satu komp yang rusak maka akan mempengaruhi komp lainnya. Jaringan jenis ini menggunakan kabel coaxial yang sering kita jumpai pada kabel antena tv.1.2 Tipe StarTiap komputer pada jaringan ini masing masing langsung berhubungan ke HUB dengan menggunakan jenis kabel UTP yang menyerupai kabel telpon. Misalnya komp1 ke HUB dan komp2 ke HUB. Dari HUB kemudian dihubungkan ke sebuah komputer yang bertindak sebagai server. Antara HUB juga dapat dihubungkan misalnya HUB1 yg tdr dr komp1 dan komp2 dihubungkan dengan HUB2 yang tdr dr komp3 dan komp4. Begitupula bila kita ingin memakai beberapa server, misalnya HUB tdr dari server1 dan server2 dihubungkan ke server3 yang bertindak sebagai server primer.

2. Pasanglah kabel dan network card. Pemasangan kabel disesuaikan dengan topologi/tipe jaringan yang anda pilih sedangkan pemilihan network card disesuaikan dengan slot yang ada pada motherboard anda. Bila board anda punya slot PCI maka itu lebih baik karena LAN card berbasis PCI bus lebih cepat dalam transfer data.

3. Bila anda menggunakan tipe bus maka pada masing-masing komputer harus anda pasang T-Connector yang memiliki dua input. Dan pada komputer yang hanya mendapat 1 input pada input kedua harus dipasang terminator kecuali bila anda membuat jaringan berbentuk circle(lingkaran) dimana semua komputer mendapat 2 input. Misalnya komp1,komp2,komp3 berjajar maka t-conncector pada komp1 dipasang terminator dan kabel ke komp2. Pada komp2 dipasang kabel dr komp1 dan kabel ke komp3. Sedangkan komp3 dipasang kabel dr komp2 dan terminator.

4. Bila anda memilih tipe star maka masing-masing kabel dari komputer dimasukkan ke dalam port yang tersedia di hub. Dan bila anda ingin menghubungkan hub ini ke hub lainnya anda gunakan kabel UTP yang dimasukkan ke port khusus yang ada pada masing-masing hub.Demikianlah dasar membuat lan sendiri. Berikutnya anda harus mempelajari bagaimana cara mensetting jaringan seperti berbagi printer atau berbagi file yang akan dibahas pada bab lain. Selamat Mencoba!kalo mau tanpa HUB pake kabel UTP dngan konfigurasi yang straight .. jadi untuk menghubungkan 2 buah komputer tanpa HUB kita harus pake kabel UTP dengan konfigurasi cross .. bedanya kalo kamu pake konfigurasi straight kedua ujung kabel UTP dipasang dengan urutan warna yang sama, maka untuk konfigurasi cross salah satu ujungnya harus dipasang ke konektor RJ-45 ..



SUMBER : GOOGLE.COM

Selasa, 06 Oktober 2009

Masalah masalah koneksi internet

Sumber-sumber masalah :

* Kondisi Server situs tujuan (25% )
* Kondisi Jaringan Operator 3G/GPRS (50% )
* Kondisi Komputer/OS dan Aktivitas User (25%)

Gangguan yang sering dialami oleh pemakai akses internet umumnya datang dari 3 sumber utama di atas.
KONDISI SERVER SITUS TUJUAN (25%)

(1) Kapasitas Server Situs Tujuan
Secara teknis setiap server mempunyai batas kemampuan maksimum jumlah akses yang bisa dilayani secara bersamaan. Bila jumlah ini dilampaui sering kali server tidak lagi akan merespon, terputus (time out) atau bahkan menjadi rusak (server down)

(2) Kapasitas Bandwidth dari Server Situs Tujuan
Setiap server terhubung ke internet mempunyai jumlah bandwidth yang besarnya tertentu.
Apabila jumlah bandwidthnya sudah tidak mencukupi, maka koneksi ke server menjadi terputus

(3) Kondisi Koneksi dari Server Situs Tujuan
Seperti umumnya koneksi internet, koneksi server ke internet pun tidak selalu 100% setiap saat.
Apabila koneksinya sedang bermasalah, maka koneksi ke server tersebut menjadi tidak stabil.
KONDISI JARINGAN OPERATOR 3G/GPRS (50%)

(1) Operator 3G/GPRS telah memberikan disclaimer (pernyataan) tertulis bahwa jaringan Operator 3G/GPRS untuk program kemitraan dengan ISP-ISP itu tidak mempunyai SLA (Service Level Agreement = Garansi kualitas jaringan).

(2) Operator 3G/GPRS juga telah memberikan disclaimer bahwa hanya ada QoS (Quality of Sevice = penyataan kapasitas kecepatan) bandwidth dan tidak bisa memberikan CIR (Committed Information Rate = Kepastian bandwidth minimum yang bisa diperoleh)

(3) Kondisi jaringan GPRS

(4) Kondisi jaringan 3G/UMTS/HSDPA

Oleh karena Operator 3G/GPRS-nya sendiri tidak bisa menjamin kualitas dari ketersediaan bandwidth koneksi setiap saat, maka masalah jaringan Operator 3G/GPRS merupakan faktor terbesar sebagai penyebab terjadinya gangguan. Tapi sebagai kompensasinya, Operator 3G/GPRS mempunyai early warning system untuk setiap trouble di jaringannya sehingga dapat selalu bereaksi dengan cukup cepat untuk mengatasinya.
KONDISI KOMPUTER, OPERATING SYSTEM DAN AKTIVITAS USER ( 25 %)

(1) Settingan komputer bermasalah
(2) Fitur automatic update pada operating system dan aplikasi dalam kondisi aktif
(3) Terpasang software-software untuk aplikasi file transfer dan remote connection
(4) Terdapat virus-virus, malware, spyware, adware dan lain-lain
(5) User melakukan cukup banyak aktivitas internet sekaligus yang aktif bersamaan

Semua masalah dan aktivitas di atas dapat menyebabkan koneksi ke server terputus (time out).

Kira kira seperti itulah garis besar dari masalah yg umum terjadi pada saat koneksi internet kita lambat.


Sumber : http://kantongbelanja.com

Rabu, 30 September 2009

MELAKUKAN PERBAIKAN DAN ATAU SETTING ULANG KONEKSI JARINGAN

4 Kompetensi Dasar Melakukan Setting Ulang Koneksi Jaringan
1. menjelaskan langkah persiapan untuk setting ulang koneksi jaringan
2. melakukan perbaikan koneksi jaringan
3. melakukan setting ulang koneksi jaringan
4. memeriksa hasil perbaikan koneksi jaringan

Melakukan Perbaikan Dan Atau Setting Ulang Koneksi Jaringan
Mempersiapkan Perbaikan Konektifitas Jaringan pada PC yang Bermasalah
Persiapan untuk melakukan perbaikan konektifitas jaringan pada komputer client yang bermasalah harus terlebih dahulu mengetahui peralatan-peralatan yang akan digunakan dan dibutuhkan dalam jaringan tersebut. Selain peralatan dalam proses perbaikan konektifitas kita juga harus mengetahui jenis topologi jaringan yang digunakan oleh komputer client tersebut. Hal ini dilakukan agar dalam proses persiapan dan proses perbaikan kita tidak menggunakan sistem trial and error yang berarti kita hanya mencoba-coba saja tanpa mengetahui permasalahan yang dihadapi sebenarnya. Pada pembahasan berikut akan membahas tentang persiapan perbaikan konektiftas pada jaringan dengan topologi Bus dan Star. Alasan pembahasan hanya pada jaringan dengan topologi Bus dan Star karena kedua jaringan paling bayak digunakan.
1. Persiapan Perbaikan Konektivitas pada Jaringan dengan Topologi Bus
Merupakan topologi fisik yang menggunakan kabel Coaxial dengan menggunakan T-Connector dengan terminator 50 ohm pada ujung jaringan. Topologi bus menggunakan satu kabel yang kedua ujungnya ditutup serta sepanjang kabel terdapat node-node.
Karakteristik topologi Bus adalah:
• merupakan satu kabel yang kedua ujungnya ditutup dimana sepanjang kabel terdapat node-node.
• Paling prevevalent karena sederhana dalam instalasi
• Signal merewati 2 arah dengan satu kabel kemungkinan terjadi
collision (tabrakan data atau tercampurnya data).
• Permasalahan terbesar jika terjadi putus atau longgar pada salah
satu konektor maka seluruh jaringan akan berhenti
• Topologi Bus adalah jalur transmisi dimana signal diterima dan
• dikirim pada setiap alat/device yang tersambung pada satu garis lurus (kabel), signal hanya akan ditangkap oleh alat yang dituju, sedangkan alat lainnya yang bukan tujuan akan mengabaikan signal tersebut/hanya akan dilewati signal.
Persiapan yang dilakukan adalah dengan mempersiapkan peralatannya. Peralatan atau bahan yang dibutuhkan untuk jaringan dengan Topologi Bus adalah:
a) Kartu Jaringan (Network Interface Card/ LAN Card)
Sebuah kartu jarinagn (LAN Card) yang terpasang pada slot ekspansi pada sebuah motherboard komputer server maupun workstation (client) sehingga komputer dapat dihubungkan kedalam sistem jaringan. Dilihat dari jenis interface-nya pada PC terdapat dua jenis yakni PCI dan ISA.
b) Kabel dan konektor
Kabel yang digunakan untuk jaringan dengan topologi Bus adalah menggunakan kabel coaxial. Kabel coaxial menyediakan perlindungan cukup baik dari cross talk ( disebabkan medan listrik dan fase signal) dan electical inteference (berasal dari petir, motor dan sistem radio) karena terdapat semacam pelindung logam/metal dalam kabel tersebut.
Jenis kabel coaxial diantaranya kabel TV (kabel Antena), thick coaxial dan thin coaxial kecepatan transfer rate data maximum 10 mbps.
Kabel Coaxial atau kabel RG-58 atau kabel 10base2 (ten base two) memiliki jangkauan antara 300 m dan dapat mencapai diatas 300m dengan menggunakan repeater. Untuk dapat digunakan sebagai kabel jaringan harus memenuhi standar IEEE 802.3 10BASE2, dengan diameter rata-rata berkisar 5 mm dan biasanya berwarna gelap.
Konektor yang digunakan dalam jaringan Topologi Bus adalah dengan menggunakan konektor BNC. Konektor BNC ada 3 jenis yakni:
• Konektor BNC Konektor BNC yang dipasangkan pada ujung-ujung kabel coaxial.
• TerminatorBNC Konektor BNC dipasangkan pada ujung-ujung Jaringan dengan Topologi Bus yang memiliki nilai hambatan 50 ohm.
• TBNC Adalah konektor yang dihubungkan ke kartu jaringan (LAN Card) dan ke Konektor BNC ataupun ke terminator untuk ujung jaringan.
2. Persiapan Perbaikan konektifitas pada Jaringan dengan topologi Star
Topologi Star adalah topologi setiap node akan menuju node pusat/ sentral sebagai konselor. Aliran data akan menuju node pusat baru menuju ke node tujuan.
Topologi ini banyak digunakan di berbagai tempat karena memudahkan untuk menambah, megurangi dan mendeteksi kerusakan jaringan yang ada. Panjang kabel tidak harus sesuai (matching). Kerugian terjadi pada panjang kabel yang dapat menyebabkan (loss effect) karena hukum konduksi, namun semua itu bisa diabaikan.
Karateristik topologi Star adalah:
• Setiap node berkomunikasi langsung dengan central node, traffic data mengalir dari node ke central node dan kembali lagi.
• Mudah dikembangkan karena setiap node hanya memiliki kabel yang langsung terhubung ke central node.
• Keunggulan jika terjadi kerusakan pada salah satu node maka hanya pada node tersebut yang terganggu tanpa mengganggu jaringan lain
• Dapat digunakan kabel lower karena hanya menghandle satu traffic node dan biasanya menggunakan kabel UTP.
Persiapan yang harus dilakukan adalah mempersiapkan peralatannya. Peralatan atau bahan yang dibutuhkan untuk jaringan dengan Topologi Bus adalah:
1. Kartu Jaringan (Network Interface Card/ LAN Card)
Sebuah kartu jaringan (LAN Card) yang terpasang pada slot ekspansi pada sebuah motherboard komputer server maupun workstation (client) sehingga komputer dapat dihubungkan kedalam sistem jaringan. Dilihat dari jenis interface-nya untuk jaringan menggunakan topologi star menggunakan kartu jaringan jenis PCI.
2. Kabel dan Konektor
Kabel yang digunakan dalam Jaringan dengan topologi star adalah UTP (Unshielded Twisted Pair). Merupakan sepasang kabel yang dililit satu sama lain dengan tujuan mengurangi interferensi listrik yang terdapat dari dua, empat atau lebih pasang (umumnya yang dipakai dalam jaringan adalah 4 pasang / 8 kabel). UTP dapat mempunyai transfer rate 10 mbps sampai dengan 100 mbps tetapi mempunyai jarak pendek yaitu maximum 100m. Umumya di Indonesia warna kabel yang terlilit adalah (orangeputih orange), (hijau-putih hijau), (coklat-putih coklat) dan (biruputih biru).
Konektor yang digunakan dalam jaringan Topologi star dengan kabel UTP (Unshielded Twisted Pair) yakni menggunakan konektor RJ 45 dan untuk mengepres kabel menggunakan tang khusus yakni Cramping tools.
Memperbaiki Konektifitas Jaringan pada PC
Perbaikan konektifitas merupakan tindakan untuk memperbaiki atau menghubungkan komputer client dengan komputer jaringan. Tindakan yang dilakukan adalah termasuk pemasangan dan konfigurasi ulang perangkat yang diganti.
Pada pembahasan berikut akan membahas pada perbaikan konektifitas pada jaringan dengan Topologi Bus dan Topologi Star. Hal ini dilakukan untuk lebih memperdalam bahasan sesuai dengan kegiatan belajar yang pertama.
Tindakan perbaikan konektifitas jaringan melalui beberapa tahap yakni:
1) Pemasangan Kartu Jaringan (LAN Card) pada Motherboard
Pemasangan Kartu jaringan pada motherboar disesuaikan dengan kartu jaringan yang dimiliki apakah menggunakan model ISA atau PCI. Kartu jaringan model ISA tidak dapat dipasangkan pada slot PCI dan sebaliknya. Jadi pemasangan kartu jaringan harus sesuai dengan slot ekspansinya. Karena ukuran slot ekspansi yang tidak sama maka mempermudah dalam pemasangan sehingga tidak mungkin tertukar. Pemasangan kartu jaringan dapat dilakukan pada slot manapun selama slot tersebut tidak dipakai oleh komponen lain atau masih kosong. Karena apabila anda memindah komponen yang sudah ada maka saat menghidupkan komputer windows akan mendeteksi ulang pada seluruh komponen sehingga akan melakukan inisialisasi ulang ini terjadi pada windows 98, Windows 2000 dan windows XP.
2) Pemasangan Kabel pada Konektor
• Pemasangan Kabel Coaxial dan Konektor BNC
Pemasangan Kabel Coaxial dan konektor BNC harus dilakukan dengan hati-hati jangan sampai terjadi short atau hubung singkat karena dapat menyebabkan kabel yang kita buat membuat sistem jaringan menjadi down. Pengecekan apakah kabel tersebut dalam kondisi yang baik atau tidak putus ditengah juga harus dilakukan karena ini juga sebagai antisipasi supaya tidak terjadi kegagalan konektifitas. Pengecekan dapat dilakukan dengan multimeter pada kedua ujung apakah ada short atau putus tidak. Jika tidak ada maka dapat dilakukan penyambungan Kabel Coaxial pada konektor BNC. Setelah selesai penyambungan Kabel Coaxial pada konektor BNC harus di cek lagi apakah ada short atau putus dalam kabel tersebut dengan menggunkan multimeter.
• Pemasangan Kabel UTP dan Konektor RJ 45
Pemasangan Kabel UTP dan Konektor RJ 45 untuk jaringan susunan kabel harus dilakukan standarisasi dengan tujuan untuk mempermudah dalam penambahan jaringan baru tanpa harus melihat susunan yang dipakai jika telah menggunakan standarisasi pengurutan kabel UTP ke konektor RJ 45.
Pengkabelan menggunakan Kabel UTP terdapat dua metode yaitu:
1. Kabel Lurus (Straight Cable)
Kabel lurus (Straight Cable) adalah sistem pengkabelan antara ujung satu dengan yang lainnya adalah sama. Kabel lurus (Straight Cable) digunakan untuk menghubungkan antar workstation (Client) dengan Hub/Switch.
2. Kabel Silang (Crossover Cable)
Kabel Silang (Crossover Cable) adalah sistem pengkabelan antara ujung satu dengan yang lainnya saling disilangkan antar pengiriman (Transmiter) data dan penerima (Resiver) data. Kabel pengiriman data ujung satu akan diterima oleh penerima data pada ujung kedua begitupula sebaliknya penerima data satu merupakan pengirim data ujung kedua. Kabel Silang (Crossover Cable) digunakan untuk menghubungkan Hub/Switch dengan Hub/Switch atau antar dua komputer tanpa menggunakan hub.
3) Pemasangan Konektor pada sistem Jaringan
• Pemasangan Kabel Coaxial dengan konektor BNC pada Jaringan dengan topologi Bus
Pemasangan Kabel Coaxial dengan konektor BNC pada Jaringan dengan topologi Bus yang menggunakan T-Connector dengan terminator 50 ohm pada ujung jaringan. Topologi bus menggunakan satu kabel yang kedua ujungnya ditutup dimana sepanjang kabel terdapat node-node.
• Pemasangan Kabel UTP dengan Konektor RJ 45 pada Jaringan dengan Topologi Star
Pemasangan Kabel UTP dengan konektor RJ 45 pada Topologi Star adalah setiap node akan menuju node pusat/ sentral sebagai konselor. Aliran data akan menuju node pusat baru menuju ke node tujuan. Topologi ini banyak digunakan di berbagai tempat karena memudahankan untuk menambah, megurangi atau mendeteksi kerusakan jaringan yang ada.
4) Seting konfigurasi (penginstalan driver kartu jaringan, pemilihan Protocol, Pengisian IP Address, subnet mask dan workgroup.
Apabila secara hardware semua telah terpasang dengan baik maka langkah selanjutnya adalah konfigurasi secara software yang dapat dilakukan dengan cara:
a) Penginstallan Driver Kartu Jaringan (LAN Card)
Penginstalan driver dilakukan apabila kartu jaringan belum terdeteksi dikarenakan tidak suport Plug and Play (PnP). Hal ini disebabkan karena driver dari sistem operasi (98/Me) yang digunakan tidak ada sehingga memerlukan driver bawaan dari kartu jaringan tersebut. Cara yang dapat dilakukan adalah dengan cara:
Klik start pada windows 98/me >> setting >> Control Panel
b) Pemilihan Protocol
Biasanya setelah melakukan instalasi kartu jaringan (LAN Card) dengan baik secara otomatis akan memasukkan protocol TCP/IP dikotak dialog tersebut ( Gambar 21) namun apabila belum maka dapat dilakukan cara-cara berikut:
c) Pengisian IP Address dan Subnetmask
IP Address merupakan alamat komputer yang unik dalam sistem jaringan. Karena dalam sistem jarigan yang dituju adalah IP Address sehingga jika terjadi IP Address yang sama maka kedua komputer cross penggunaan alamat yang sama.
Kelas Alamat IP Address
IP Address dikelompokkan menjadi lima kelas; Kelas A, Kelas B, Kelas C, Kelas D, dan Kelas E. Perbedaan pada tiap kelas tersebut adalah pada ukuran dan jumlahnya. IP Kelas A dipakai oleh sedikijaringan, tetapi jaringan ini memiliki jumlah host yang banyKelas C dipakai untuk banyak jaringan, tetapi jumlah host sedikit, Kelas D dan E tidak banyak digunakan. Setiap alamat IP terdiri dari dua field, yaitu:
• Field NetId; alamat jaringan logika dari subnet dimana komputer dihubungkan
• Field HostId; alamat device logical secara khusus digunakan untuk mengenali masing-masing host pada subnet.
d) Pemilihan Workgroup
Pemilihan workgroup untuk menentukan kelompok mana yang kita hubungai. Workgroup dapat juga disebut nama Jaringan yang ada jadi untuk masuk sistem harus menuju ke nama jaringan yang dituju apabila tidak maka juga tidak masuk dalam sistem jaringan tersebut.
Memeriksa, Menguji & Pembuatan Laporan Hasil Pemeriksaan dan Perbaikan Konektifitas Jaringan pada PC
Tindakan yang dilakukan setelah konfigurasi sistem selesai dapat dilakukan tindakan akhir yakni:
1) Pemeriksaan ulang konfigurasi jaringan
2) Pengujian konektifitas jaringan
3) Pembuatan laporan hasil perbaikan pekerjaan yang telah
dilakukan
Dengan tindakan-tindakan tersebut diatas diharapkan perbaikan konektifitas dapat teruji dan handal sehingga tidak menggangu jaringan yang telah ada. Tindakan-tindakan yang harus dilakukan untuk mengetahui apakah konektifitas yang telah dilakukan berhasil dapat dilakukan dengan cara:
A. Pemeriksaan ulang konfigurasi jaringan Pemeriksaan ulang konektifitas jaringan merupakan tindakan pengecekan ulang kembali dari proses paling awal yakni:
a) Memeriksa pemasangan kartu jaringan (LAN Card) apakah telah terpasang dengan baik atau tidak
b) Memeriksa Pemasangan konektor Kabel pada hub/switch atau konektor lain tidak mengalami short atau open,
c) Pemasangan konektor tidak longgar
d) Setting dan konfigurasi kartu jaringan secara software telah
benar sesuai dengan ketentuan jaringan sebelumnya baik dari instalasi driver kartu jaringan, Konfigurasi IP Address, Subnet mask dan Workgroup yang digunakan.
Apabila semua telah terpasang dengan baik dan benar maka langkah selanjutnya adalah pengujian konektifitas jaringan.
B. Pengujian konektifitas jaringan
Pengujian atau pengetesan jaringan dilakukan untuk mengetahui apakah komputer yang kita konektifitaskan telah berhasil masuk dalam sistem jaringan yang dituju.
Dalam menu network tersebut kita gunakan Fine Computer dimana kita akan melakukan pencarian berdasarkan nama komputer yang ada dalam jaringan saat penentuan identification pada saat penentuan workgroup.
Pada dialog find computer kita mencari berdasarkan nama komputer yang dicari. Hasil pencarian akan ditampilkan berupa daftar komputer yang telah sesuai dengan nama yang kita masukkan.
Cara pengujian hasil koneksi jaringan dapat pula dilakukan dengan cara double klik pada icon Network Neighborhood akan didapatkan daftar nama komputer yang telah masuk dalam jaringan sampai saat pengaksesan tersebut.
Cara lain yang dapat dilakukan untuk mengetahui apakah komputer tersebut telah terhubung dengan jaringan adalah dengan masuk pada windows explorer disana akan memberikan informasi secara lengkap.
Pengujian dapat pula dilakukan dengan menggunakan Ms Dos untuk melihat konfigurasi pada TCP/IP. Pada windows Ms Dos ketikkan C:>IPCONFIG/ALL (IP Configuration)
IPCONFIG (IP Configuration) memberikan informasi hanya pengalamatan TCP/IP pada konputer tersebut saja. Dari gambar tersebut bahwa komputer tersebut memiliki nomor IP Addres adalah 10.1.1.7 dan Subnet Masknya adalah 255.255.255.0 Untuk informasi yang lebih lengkap dapat juga dilakukan dengan mengetikkan pada Ms Dos adalah C:> IPCONFIG/ALL|MORE.
Dari tampilan IPCONFIG secara keseluruhan (all) dapat diperoleh informasi bahwa :
a) Host Name (Nama Komputer) adalah Komp_7
b) Diskripsi Kartu jaringannya adalah menggunakan Realtek
RTL8029(AS) jenis Eternet Adapter.
c) Physical Adapter adalah 00-02-44-27-25-73
d) IP Addres adalah 10.1.1.7
e) Subnet Masknya adalah 255.255.255.0
Untuk mendeteksi apakah hubungan komputer dengan jaringan sudah berjalan dengan baik maka dilakukan utilitas ping. Utilitas Ping digunakan untuk mengetahui konektifitas yang terjadi dengan nomor IP address yang kita hubungi.
Perintah ping untuk IP Address 10.1.1.1, jika kita lihat ada respon pesan Replay from No IP Address 10.1.1.1 berarti IP tersebut memberikan balasan atas perintah ping yang kita berikan. Diperoleh Informasi berapa kapasitas pengiriman dengan waktu berapa lama memberikan tanda bahwa perintah untuk menghubungkan ke IP Address telah berjalan dengan baik.
Apabila alamat yang dihubungi tidak aktif atau tidak ada maka akan ditampilkan data Request Time Out (IP Address tidak dikenal).
Berarti komputer tersebut tidak dikenal dalam sistem jaringan, atau sedang tidak aktif. Setelah melakukan pengujian pada sistem jaringan setiap komputer telah dapat terhubung dengan baik. Sistem jaringan tersebut dapat digunakan untuk sharing data ataupun printer, modem (Internet) dan sebagainya.
Sharing dimaksudkan untuk membuka jalan untuk komputer client lain mengakses atau menggunakan fasilitas yang kita miliki.
Untuk dapat melakukan sharing data dapat dengan cara masuk ke windows explorer pilih data atau directory yang akan disharingkan kemudian klik kanan lalu klik sharing.
Dengan sharing sistem jaringan dapat menggunakan 1 unit printer untuk mencetak data dari setiap komputer client sehingga memotong ongkos biaya untuk pembelian printer yang banyak.
Sebagai contoh sebuah komputer telah mensharing drive A, C, D, E, G dan sebuah printer canon berarti komputer tersebut membuka akses untuk setiap komputer dapat melihat, membuka dan menggunakan fasilitas printer yang ia miliki.



PERISTILAHAN/GLOSSARY
Topologi : Cara menghubungkan komputer dalam jaringan
LAN Card : Sebuah periperal komputer yang digunakan untuk
menghubungkan satu komputer dengan komputer lain.
Konektor : Suatu peripheral yang digunakan untuk menghubungkan
satu node ke node lain melalui kabel.
UTP : UTP (Unshielded Twisted Pair) merupakan sepasang
kabel yang dililit satu sama lain dengan tujuan
mengurangi interferensi listrik yang terdapat dari dua,
empat atau lebih pasang (umumnya yang dipakai
dalam jaringan adalah 4 pasang/8 kabel) dengan
metode pengawatan
IP Address : Alamat Internet Protocol merupakan nama sebuah
komputer yang terhubung dalam jaringan dalam
bentuk aturan tertentu.
Sharing : penggunaan bersama sumber daya (peripheral dan
data) yang terdapat dalam komputer dalam jaringan.


Sumber:google.com

Rabu, 22 Juli 2009

LANGKAH-LANGKAH MENGINSTAL AVG 8.5

Langkah install :
1. Jika menggunakan flash disk,masukkan flash disk ke port usb.
2. Kemudian buka aplikasi setup AVG 8.5.
3. Klik 2x pada AVG setup.
4. Tunggu loading sampai selesai.
5. Klik next.
6. Klik accept.
7. Tunggu loading sampai selesai.
8. Pilih standard installation.
9. Klik next.
10. Isi kolom pada company name dengan SMK N 1 CILACAP.
11. Klik next.
12. Klik next.
13. Klik next.
14. Klik finish.
15. Tunggu loading INSTALLING AVG.
16. Klik OK.
17. Klik next.
18. Klik next.
19. Beri tanda contreng pada tulisan I AGREE TO PROVIDE INFORMATION ABOUT DETECTED THREAST TO AVG.
20. Klik next.
21. Klik next.
22. Klik skip.
23. Klik next.
24. Klik next.
25. Klik next.
26. Tunggu loading.
27. Klik next.
28. Klik finish.
29. Klik finish.
30. Klik NO.

Sabtu, 23 Mei 2009

Langkah-langkah setting hostpot menggunakan linksys wirelless WRT54G

Linksys WRT54G dapat kita jadikan sebagai server gateway untuk koneksi Internet yang kita miliki, mungkin kalau kita harus menyediakan server pc maka cost yang harus kita sediakan akan lebih mahal. Untuk konfigurasi WRT54H ini tidaklah terlalu sulit.
Adapun langkah-langkahnya :Jika Anda memilih DHCP disable maka anda harus memasukkan IP, Netmask, Gateway dan DNS secara manual untuk setiap klien.Setting IP WAN & LAN1.Ambil segelas capucino atau softdrink beserta cemilan ( untuk yang ini gak harus)2.Hidupkan Router Linksys WRT54G.3.Dengan menggunakan kabel UTP yang telah disediakan (UTP Straight kabel) colok kabel tersebut ke komputer atau notebook sedangkan di pada Router di colok ke port LAN.4.Set IP pada komputer/notebook menjadi DHCP dan biasanya akan mendapat IP otomatis dari Router.5.Lalu lihat IP yang didapat oleh komputer/notebook.dengan menggunakan browser, pada address bar browser masukkan ip gateway komputer (biasanya default dari router 192.168.1.1) .6.Kemudian muncul window yang meminta agar memasukkan password akses, default user dan password : admin7.Di bagian internet Connection Type pilih sesuai dengan koneksi yang digunakan ( tergantung ISP): DHCP atau Static.8.Pada baguan Network Setup, Settingan LAN bisa kita pilih sesuai dengan kebutuhan atau keinginan kita apakah static atau DHCP. kalau kita pilih statik maka kita harus mengisi IP Address. Netmask, Gateway dan DNS secara manual.9.Time Zonenya pilihlah GMT+7 untuk indonesia dan kemudian bisa di save.10.Lalu Save Setting.sampai disini maka Router dah siap digunakan untuk koneksi Internet, tinggal kabel UTP dari perangkat yang terkoneksi ke internet kita colok ke port WAN.Setting Wireless1.Masuk ke Menu Wireless2.Pilihan Wireless network mode pilih aja Mixed.lalu SSID tulis sesuai kemauan kita ( bisa nickname, alamat, nama atau apapun itu)Wireless Channel dipilih default, kecuali bila di sekitar tempat kita banyak wifi/hotspot yang bisa menggangu koneksi (dari pengalaman nich perangkat ini jauhkan dari perangkat indovision karena sering mengganggu)3.Kemudian Save Setting.agar koneksi Wireless aman, maka kita tinggal memasang security.Tipe security bisa kita gunakan WEP atau WPA. namun kebiasaannya banyak yang memilih WEP yang 64 bit.Cara Konfigurasinya Security Wireless :1.Pilih Menu Wireless2.Kemudian security mode pilih WEPuntuk default transmite key pilih 1 ( boleh juga yang lain )3.WEP Encryption pilih 64 bits dengan 10 hex digits4.Ketik passphrase dan klik generate, akan muncul 4 key untuk akses password wifi anda, silahkan gunakan Key 1, ( kalau kita memilih defaul transmitenya = 1).5.Save Settingmaka sekarang Wireless Router sudah rede untuk digunakan baik menggunakan kabel maupun wireless serta wireless yang sudah memiliki security/ pengaman.Selamat mencoba dech …. btw untuk perangkat wireless router lainnya juga setingannya kurang lebih ampir sama.Apabila kita memiliki Server lainnya di dalam jaringan LAN dari Router ini dan kita ingin agar Server tersebut bisa diremote dari luar jaringan tersebut, maka kita bisa mengaktifkan fungsi DMZ ataupun porrt forwarding

sumber:http//encyclopedi-computer.blogspot.com

Jumat, 22 Mei 2009

Setting Hotspot menggunakan Linksys Wireless –G Model WRT54G

Setting Hotspot menggunakan Linksys Wireless –G Model WRT54GBerikut adalah langkah langkahnya:1.Klik start 2.Pilih connect to3.Lalu pilih Wirelles connection 24.Kemudian Refresh5.Tunggu jaringan yang keluar6.Lalu lihat IP melalui (Starr -cmd-ketik IP config/all-lalu enter)7.Setelah itu browsing lewat internet dan masukan IPnya.Misal:192.168.36.18.Kemudian muncul kotakan dan isi user name dengan=admin dan password=admin9.Kemudian browsing dan kerik IP awal yang ada (pada langkah 6)10.Lalu muncul kotakan lagi dan isi user name dengan=admin dan password=admin11.Setelah itu masuk ke Setup pilih Basic Setup.Bagian atas dengan Static IP lalu Local IP address diganti,misal=192.168.36.1,Starting IP address diganti,misal=192.168.36.40,DHCP Users=15 (untuk batas maksimal yang di inginkan),Atur time zonenya sesuai dengan negara masing-masing.misal (GMT+7,Hanoi,Jakarta),Lalu save setting.12.Lalu kita masuk ke Wireless,setelah itu Wireless Network.Muncul kotakan isi Nama kamu ( misal yustiana) lalu save setting.13.Lalu cek melalui star-cmd-ipconfig. Lihat apakah IP sudah ganti atau berubah atau belum.Jika sudah,kita masuk ke browsing rnterner dan ketik IP yang sudah di ubah tadi (misal=192.168.36.1).Lalu refresh dan tunggu jaringan keluar.14.Jika sudah keluar User name dan ip address akan berubah sesuai dengan ip yang kita pakai (yustiana,192.168.36.1)15.Setelah itu kita koneksikan dengan cara klik connect di bagian tampilan bawah kotakan.16.Jika sudah,maka semua telah terkoneksikan ke intermet.Semoga dapat bermanfaat untuk temen-teman semua dan selamar mencoba...semoga berhasil.

sumber:http://yustianatkjsmkn1cilacap.blogspot.com/2009/05/setting-hotspot-menggunakan-linksys.html

Minggu, 19 April 2009

Cara membuat area hotspot internet beserta peralatannya

Peralatan apa saja yg dibutuhkan dalam membangun Rumah Hotspot :

1. Koneksi Interenet Unlimited, kalau limited sih bisa, tp kalau pemakaian dibatasi malah bisa2 kita tidak bisa tenang dalam berinternet karena harus memikirkan kuota yg ada ( bisa speedy office unlimited, ISP local menggunakan jaringan wireless, GPRS/3G)
2. Akses Point ( bisa menggukan USB wifi adapter, merk TP LINK WN322G adalah paling murah setau saya karena bisa dijadikan usb wifi penerima sinyal dan akses point mode, seharga 250rban…Bisa juga pake Radio Akses Point + router kalau bisa..merknya, mulai edimax, minitar, linksys dll tergantung budget anda )
3. Komputer Server minim P2 ( khusus untuk koneksi dari ISP local yg bersistem dial vpn karena koneksi harus dipanggil dari computer tidak bisa langsng ke akses point router…jadi kalau koneksi rumah hotpsot 24jam computer juga harus nyala 24jam, beda kalau pake koneksi ADSL karena dari modem adsl bisa langsung ke akses point tanpa ada computer yg menyala..)
4. Laptop ( ini wajib hukumnya untuk melihat apakah hotspot yg kita buat berhasil apa tidak )



1. Setup Hotspot Mikrotik

Paling mudah menurut saya bisa menggunakan Mikrotik, ada fasilitas IP –Hotspot. Hotspot disini tidak harus berupa WiFi, tetapi jaringnan kebel-pun bisa anda setup jadi seperti Hotspot. Setiap pengguna yang ingin login harus memasukan user/password ketika pertama kali browsing. Misal seperti tampil digambar berikut, misal pertama kali user yang akan mengakses situs tertentu akan di redirect ke halaman login.



Tampilan Login saat Browsing

Langkah mudah setup Hotspot Mikrotik :
1. Pertama masuk ek router dengan WINBOX
Misal kita mempunyai 2 Interface :
Up yang ke Internet
LAN yang ke LAN (akan disetup jadi Hotspot)

2. Winbox : Pilih Menu IP -> Hotspot
3. Hotspot : Pilih tab Server ->Hotspot Setup
4. Selanjutnya Ikuti Langkah berikut :

Step By Step :

  1. Pilih ethernet
  2. Seting IP
  3. Seting DHCP IP pool (batasan IP untuk DHCP)
  4. Sertifikat (none saja)
  5. SMTP Biarkan 0.0.0.0 saja
  6. DNS sesuaikan dengan DNS anda, atau tanyakan ISP anda
  7. DNS name untuk Hotspot Anda, bisa juga anda Kosongi -> OK

Untuk IP, DNS silahkan sesuaikan dengan paramater IP yang ada di tempat anda.

2. Menambah User baru
Menambah User baru seraca mudah bisa dilakukan dengan cara
Pilih : IP -> Hospot -> User -> +
Tulis Nama User dan Password

3. Lebih jauh, Menambah User dengan Profil Berbeda
Dalam Mikrotik hospot memberikan kemudahan kita untuk men-setup user dengan profil yang berbeda, misalnya ada 2 profil user VIP dan Biasa. Dimana VIP bisa memperoleh kecepatan akses yang lebih dari user bisa, meskipun sama-sama menggunakan fasilitas Hotspot. Dalam captur gambar saya membuat beberapa profil berbeda misalnya : Mahasiswa, Karyawan, Dosen, Pejabat dan Tamu. Nama dan setingan dari profil bisa anda tentukan sendiri. Akan saya coba tunjukan caranya, mensetup salah satu profil.

a. Setup profil dilakukan dengan cara :
Winbox : IP -> Hotspot -> User Profil ->
HotspotUser Profil : General -> Nama Profil (misal : Mahasiswa) -> Rate Limit (tx/rx) -> OK


Buat User profil mikrotik hotspot

Pada “Rate Limit” bisa anda isikan misal dengan beberapa cara (nilai bisa anda sesuaikan sesuai kebijakan IT ditempat anda ), misal :
1. 128 k : Upload dan download 128 kbps
2. 256k/128k : Uplaod 256kbps dan download 128 kbps
3. x1k/y1k x2k/y2k x3k/y3k x5/y5 P x6k/y6k -> Cara yang paling bagus Menurut saya.

x1k/y1k : Rate (TX rate/ RX rate misal : 128k/1024k)
x2k/y2k : Burst Rate (misal : 256k/2048k)
x3k/y3k : Burst Threshold (misal : 160k/1280k)
x5/y5 : Burst Time (dalam detik misal : 60/60)
P : Prioritas (nilai 1-8), 1 adalah prioritas utama
x6k/y6k : Minimum rate: (i.e 32k/256k)

Untuk Cara yang ketiga bisa dilihat efeknya akan seperti gambar berikut


Burst time dan Limit di Mikrotik

b. Penambahan User baru
WINBOX : IP -> User ->
Hotspot User

Name : Isikan nama user
Password : Password User
Profile : Pilih profile dari user yang akan dibuat
OK dan Lihat hasilnya di List user yang ada.

4. Modifikasi Halaman Login
Yang bisa anda lakukan untuk merubah tampilan Login adalah dengan memodifikasi file. Ambil file menggunakan FTP ke Mikrotik anda. Salah satu file yang bisa dimodifikasi adalah login.html sebelumnya saya sarankan untuk membackup dulu file tersebut sebelum melakukan perubahan. Setelah selesai anda bisa mengupload lagi dan mengecek, apakah sudah bekerja dengan benar atau belum.

DIKUTIP DARI : http://mirnamigi.blogspot.com/2009/04/cara-membuat-area-hotspot-internet.html

Langkah-langkah membuat Wi-Fi Hotspot

Hotspot atau tempat yang menyediakan layanan akses Internet dengan menggunakan wireless memang sudah sangat banyak. Mulai dari cafe, restoran, sampai hotel pada umumnya menyediakan layanan Internet tanpa kabel ini. Hal ini disebabkan banyaknya perangkat yang telah dilengkapi dengan teknologi wireless, sehingga tren penggunaannya pun semakin tinggi.
Sayangnya, tidak semua orang mengerti bagaimana cara membangun infrastruktur Wi-Fi. Kurangnya informasi dan mungkin harga yang agak mahal membuat banyak pemilik tempat usaha enggan untuk membangun hotspot. Padahal, adanya hotspot ini sangat berpotensi untuk menambah daya tarik dan juga bisa menambah penghasilan dari tempat itu sendiri.
Artikel ini akan membahas hal-hal penting yang perlu Anda ketahui untuk menyediakan layanan hotspot. Hal yang dibahas memang relatif sederhana sehingga bisa diikuti oleh pemula sekalipun (asalkan sudah memiliki dasar-dasar jaringan). Di akhir artikel, akan juga akan membahas salah satu alat yang cukup praktis untuk digunakan sebagai hotspot gateway.
1. Tentukan konsep hotspot Anda
Konsep hotspot ini merupakan awal yang sangat penting untuk Anda tentukan. Apakah hotspot Anda nantinya akan dapat digunakan secara gratis atau harus membeli voucher tertentu? Anda harus menentukan hal dasar ini terlebih dahulu karena akan menyangkut perencaaan infrastruktur hotspot itu sendiri.
Alternatif yang biasa dipilih adalah memberikan waktu trial khusus secara gratis selama beberapa waktu (satu atau dua bulan pertama). Selanjutnya, pengunjung harus membayar atau membeli voucher sebelum bisa mengakses hotspot Anda. Kadang kala, ada beberapa tempat yang memang sengaja memberikan layanan Wi-Fi hotspot secara gratis. Namun, Anda harus berbelanja (atau memesan makanan) selama mengakses hotspot tersebut.
2. Akses Internet yang cukup cepat
Hal pertama yang harus Anda miliki adalah akses Internet. Akses Internet ini pada umumnya menggunakan layanan broadband dengan kecepatan yang cukup tinggi (128 Kbps atau lebih), tergantung target jumlah pengunjung yang akan mengakses layanan hotspot ini.
3. Membuat hotspot tanpa billing
Bagian ini akan membahas singkat mengenai cara pembuatan hotspot gratis (tanpa sistem billing tertentu).
Secara umum, sistem hotspot gratisan tidaklah berbeda jauh dengan sistem Wi-Fi di rumah yang saat ini mulai banyak digunakan. Anda hanya perlu beberapa alat untuk membuat jaringan seperti ini.
Alat pertama yang harus Anda miliki tentunya adalah modem. Modem ini harus disesuaikan dengan jenis koneksi Internet yang Anda gunakan (ADSL, Cable, dan lainnya).
Selanjutnya, Anda juga harus memiliki sebuah router yang akan berfungsi sebagai gateway. Router inilah yang akan mengatur semua koneksi dari client ke Internet. Sebaiknya, Anda membeli router yang telah dilengkapi dengan fungsi Access Point terintegrasi. Jika Anda membeli router yang tidak memiliki fungsi Access Point, maka Anda juga harus membeli Access Point terpisah.
4. Membuat hotspot dengan billing
Membuat hotspot dengan billing memang lebih rumit dibandingkan dengan tanpa billing. Sistem yang umum digunakan adalah dengan menggunakan voucher generator yang secara otomatis akan dibuat oleh sistem. Hampir semua vendor wireless besar sudah memiliki sistem ini.
Sistem ini umumnya bisa bekerja secara independen. Ia memiliki fungsi router/gateway dan juga Access Point (Anda tetap harus membeli modem). Sistem billing dan voucher generator-nya telah terintegrasi. Biasanya, ia juga memiliki keypad (untuk menentukan jumlah voucher yang dibeli) dan printer (untuk mencetak voucher). Sistem ini hanya perlu dikonfigurasi saat awal via PC, selanjutnya semua operasi sistem bisa bekerja secara independen. PC hanya dibutuhkan untuk melakukan perubahan konfigurasi saja.
5. Konfigurasi akses Internet
Infrastruktur jaringan yang harus dibuat pada dasarnya cukup sederhana. Dasarnya, untuk koneksi ke Internet akan dibutuhkan modem. Dari modem, koneksi akan dimasukkan ke router atau gateway. Selanjutnya, dari router koneksi baru dibagi ke client via koneksi kabel ataupun wireless (via Access Point).
Hampir semua alat sejenis bisa dikonfigurasi via jaringan dari PC client. Syarat utamanya adalah IP dari client harus satu segmen dengan IP dari perangkat yang ingin dikonfigurasi. Anda bisa mencari informasi ini di buku manual perangkat Anda.
Proses konfigurasi awal yang biasanya harus dilakukan adalah melakukan koneksi ke Internet via modem. Salah satu port pada router (port WAN) biasanya harus dihubungkan ke modem. Selanjutnya, proses konfigurasi biasanya dilakukan via interface web based yang disediakan oleh router Anda.
6. Masalah DHCP server
Setelah jaringan sukses terkoneksi, maka Anda harus mengaktifkan DHCP server. DHCP server ini berguna untuk memberikan IP secara otomatis kepada setiap user. Cara ini memudahkan pengunjung untuk mengakses hotspot Anda (khususnya untuk sistem free tanpa login). Namun, cara ini bisa juga memberikan lubang keamanan karena Anda lebih sulit untuk mengendalikan pengunjung yang mengakses hotspot.
Menurut CHIP, jalan terbaik sebenarnya tergantung Anda sendiri. Untuk Anda yang menerapkan sistem free (tanpa voucher), tidak mau repot dengan pengaturan IP, dan tidak keberatan hotspot diakses oleh banyak orang, maka mengaktifkan DHCP adalah jalan terbaik. Batasi jumlah client yang akan diberikan IP oleh DHCP (misal 10 client). Dengan begitu, jumlah pengunjung yang bisa mendapatkan IP hanya maksimal 10 client saja.
Jika Anda mau lebih selektif, maka DHCP boleh dinonaktifkan. Setiap user yang akan mengakses hotspot harus terlebih dahulu meminta informasi alamat IP dari Anda selaku pemilik hotspot.
Bagi Anda yang menerapkan sistem login/voucher, maka DHCP server boleh diaktifkan. Soalnya, user tidak akan bisa mengakses Internet tanpa username dan password yang benar dari voucher, walaupun ia telah mendapatkan IP dari DHCP server.
7. Memantau statistik user
Hal ini hanya perlu dilakukan oleh Anda yang menggunakan sistem login. Masuklah ke router dan cari menu “Account Table” atau sejenisnya. Di sana, Anda bisa menemukan username dan password yang di-generate oleh sistem.
Informasi yang lebih detail seperti lama login, sisa waktu login, dan jumlah uang yang dibayarkan juga bisa dilihat. Pastikan saja bahwa tidak ada kejanggalan di sini. Setiap kejanggalan sebaiknya segera diperiksa lebih detail.
8. Enkripsi yang tepat
Jaringan wireless tanpa enkripsi sangatlah tidak aman. Oleh sebab itu, aktifkan fungsi enkripsi setidaknya WEP 64 atau 128 bit. Perlu diperhatikan bahwa dengan aktifnya enkripsi maka proses zero configuration akan sulit untuk dilakukan. User harus memasukkan enkripsi yang sesuai sebelum bisa login ke dalam hotspot.
9. Client yang ingin mengakses
Tidak semua client memiliki kepandaian yang setara. Apalagi untuk kawasan hotspot yang tidak zero config (membutuhkan pengaturan/konfigurasi tambahan). Oleh karena itu, Anda selaku pemilik hotspot harus bisa menyediakan informasi yang jelas agar user bisa login dengan mudah.
Beberapa konfigurasi pengaturan seperti alamat IP (untuk hotspot tanpa DHCP server), metode enkripsi, sampai pemilihan Access Point (untuk area yang memiliki beberapa hotspot), harus diinformasikan dengan jelas kepada calon pengguna. Setidaknya, Anda menyediakan satu atau dua petugas yang mengerti teknis konfigurasi client hotspot. Konsumen yang kecewa dapat dengan mudah meninggalkan tempat Anda dan mencari hotspot lain yang lebih informatif.
KNOW HOW
Walled Garden: Alamat web yang dapat diakses secara gratis tanpa perlu menggunakan login yang biasanya tersedia pada voucher. Anda bisa menentukan beberapa alamat web yang bisa diakses secara gratis tanpa perlu login. Tujuannya adalah agar calon pengguna bisa mencoba kecepatan akses hotspot Anda terlebih dahulu.
Landing Page: Halaman depan sebuah Hotspot. Hotspot yang baik seharusnya dikonfigurasi agar menampilkan halaman ini secara otomatis jika terjadi kesalahan login atau login tidak dikenal. Halaman ini merupakan halaman awal yang muncul sebelum menggunakan hotspot.
Voucher: Kartu yang berisi data login dan informasi konfigurasi jaringan untuk mengakses Internet dalam jangka waktu tertentu.
SMCWHSG44-G dan SMCWHS-POS
Bangun Hotspot dalam Sekejap
Membangun hotspot memang tidak mudah bagi kebanyakan orang. Beberapa produsen tampaknya telah memikirkan hal tersebut. Mereka menyediakan solusi out-of-the-box untuk Anda yang ingin membuat hotspot. Solusi out-of-the-box ini berarti Anda hanya perlu menyediakan koneksi Internet dan melakukan sedikit konfigurasi. Selanjutnya, alat ini akan mengatur semuanya. Anda hanya perlu memberikan voucher kepada calon pengguna. Voucher ini akan dibuat secara otomatis oleh mesin gateway tersebut.
Hotspot gateway dari SMC
CHIP kebetulan mendapatkan pinjaman seperangkat hotspot gateway dari SMC. Hotspot gateway tersebut terdiri dari dua alat, yaitu SMC EliteConnect SMCWHSG44-G (broadband router dengan fungsi hotspot) dan SMCWHS-POS (POS printer untuk mencetak voucher). Anda juga akan mendapatkan sebuah keypad numerik yang nantinya digunakan untuk memasukkan nilai voucher yang ingin dicetak berdasarkan lama online.
Kedua perangkat tersebut bisa bekerja tanpa membutuhkan peralatan tambahan lain. Namun, proses konfigurasi awal membutuhkan PC yang terkoneksi ke perangkat SMCWHSG44-G. Setelah proses konfigurasi selesai, perangkat ini bisa bekerja secara mandiri.
Instalasi relatif mudah
Proses instalasi awal memang agak sedikit membingungkan. Anda akan memperoleh sebuah router, POS printer, dan numeric keypad. Interkoneksi antar ketiga modul ini juga tampak sedikit rumit. Namun, SMC tampaknya sudah mengantisipasi hal ini. Sebuah diagram yang lengkap disediakan dalam buku manual SMC. Dengan adanya diagram ini, proses instalasi kabel antarperangkat bisa dilakukan dengan sangat mudah.
Setelah selesai melakukan instalasi kabel, proses selanjutnya yang harus Anda lakukan adalah melakukan konfigurasi router. CHIP menggunakan sebuah PC yang terhubung langsung ke port pada router. Setelah menyamakan segmen IP, maka proses konfigurasi bisa dilakukan dengan mudah. Seperti juga kebanyakan perangkat sejenis, SMC menyediakan pengaturan berbasiskan web based management. Artinya, Anda bisa melakukan pengaturan dengan mudah menggunakan browser.
Pengaturan menjadi kunci
Proses pengaturan akan memegang peranan penting. Tanpa proses pengaturan yang benar, bisa jadi hotspot Anda tidak bekerja maksimal.
Pengaturan pertama yang harus Anda lakukan adalah mengatur konfigurasi Internet. SMC mendukung penggunaan gateway sampai dengan empat buah jalur koneksi (router ini menyediakan total lima port switch). Anda bisa memilih untuk menggunakan satu sampai empat buah gateway yang mendukung fungsi load balancing (berdasarkan port maupun alamat IP).
Pengaturan lanjutan yang juga harus Anda lakukan adalah pengaturan keamanan. Anda harus mengatur enkripsi login dan enkripsi untuk koneksi (WEP atau WPA).
Pengaturan terakhir adalah untuk menentukan harga sewa dari hotspot Anda. Harga sewa ditentukan per unit. Sementara itu, setiap unit memiliki durasi waktu tertentu. Semuanya bisa diatur dari interface web router ini.
Setelah proses konfigurasi selesai, maka sistem akan otomatis meminta Anda untuk melakukan restart router. Klik tombol “Restart” dan tunggu sekitar 10 detik sampai sistem menampilkan kembali layar login.
Tahap uji coba
Setelah semua proses konfigurasi selesai, maka Anda sudah siap untuk mencoba hotspot Anda. Cara mencetak voucher sebenarnya sederhana saja. Anda hanya perlu mengetikkan jumlah unit pada keypad numerik yang disediakan. Misalkan, Anda mengetikkan angka “0”, “2”, dan “Enter”, maka voucher akan dicetak dengan nominal dua unit. Waktu per unitnya merupakan waktu yang telah Anda tentukan sebelumnya. Nominal harga per unit yang tercetak juga sudah ditentukan oleh Anda dalam pengaturan sebelumnya. Sebagai tambahan, alat ini juga akan mencetak konfigurasi jaringan yang harus diatur oleh calon pengguna pada notebook/PDA-nya.
Akhir Kata
Hotspot atau tempat mengakses Internet dengan menggunakan Wi-Fi memang bukan lagi merupakan barang baru. Tetapi apakah memang sudah saatnya Anda menyediakan layanan ini di tempat Anda (restoran, kafe, atau toko buku)?
Ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan sebelum menyediakan layanan ini. Hal pertama yang harus Anda pertimbangkan adalah target konsumen yang biasanya mampir ke tempat Anda. Jika selama ini tempat Anda hanya dijadikan tempat “mangkal” orang-orang yang tidak terbiasa dengan peralatan ber-Wi-Fi, menyediakan hotspot tidak akan memberikan nilai tambah bagi pengunjung.
Sebaliknya, bila pengunjung tempat Anda merupakan kaum eksekutif, maka menyediakan Wi-Fi akan memberikan nilai tambah yang sangat potensial. Anda pun bisa mendapatkan pemasukkan ekstra dengan menjual voucher hotspot.
Pertimbangan lainnya adalah aspek ekonomis. Pengeluaran bulanan Anda otomatis akan bertambah dengan adanya hotspot. Pemilihan jenis koneksi dan kecepatan yang tepat tentunya berperan untuk memberikan nilai ekonomis. Jangan sampai Anda memilih koneksi Internet yang cepat dan mahal, tetapi tidak banyak digunakan oleh pengunjung (alias mubazir). Dari sisi pemasukan, Anda bisa mendapatkan keuntungan dari penjualan voucher yang dibeli oleh pengunjung. Selain itu, pengunjung juga kemungkinan besar akan memesan makanan/minuman ekstra selama mengakses hotspot Anda. Ini juga berarti pemasukkan ekstra untuk Anda
YD1 BTL - BOGOR
Peralatan yang dibutuhkan antara lain :
1. Access Point


Fungsi Access Point ibaratnya sebagai Hub/Switch di jaringan lokal, yang bertindak untuk menghubungkan jaringan lokal dengan jaringan wireless/nirkabel para client/tetangga anda, di access point inilah koneksi internet dari tempat anda dipancarkan atau dikirim melalui gelombang radio, ukuran kekuatan sinyal juga mempengaruhi area coverage yang akan dijangkau, semakin tinggi kekuatan sinyal(ukurannya dalam satuan dBm atau mW) semakin luas jangkauannya.

2. Antena Omni


Untuk memperluas coverage area hingga beberapa Kilometer, anda memerlukan antena omni eksternal, meski ketika anda membeli access point sudah dilengkapi antena omni, namun belumlah cukup karena hanya berkekuatan sekitar 3-5dB, untuk memperluas area jangkauannya, anda memerlukan antena Omni eksternal, yang rata-rata berkekuatan 15dB.
Antena Omni ini memiliki pancaran atau radiasi 360 derajat, jadi cocok bisa menjangkau client dari arah mana saja.





3. Box Access Point

Untuk melindungi access point anda, maka diperlukan pelindung berbentuk kotak, bisa terbuat dari plastik atau plat besi, rata-rata kotak ini sudah dilengkapi dengan kunci pengaman, dan box ini memang harus diletakkan persis di bawah antena.








4. Kabel Pigtail /Kabel Jumper

Kabel Pigtail atau kabel jumperl diperlukan untuk menghubungkan antara antena omni dengan dengan access point, perhatikan panjang maksimal yang diperlukan hanya 1 meter, selebih dari itu anda akan mengalami degradasi sinyal(loss dB) Pada kedua ujung kabel terdapat konektor dimana type konektor disesuaikan dengan konektor yang melekat pada access point anda.



5. POE (Power Over Ethernet)

Agar kabel listrik tidak dinaikkan ke atas untuk "menghidupkan" access point maka anda memerlukan alat "POE" ini yang fungsinya mengalirkan listrik melalui kabel ethernet atau kabel UTP/STP, dengan alat ini maka anda tidak perlu repot-repot lagi mengulur kabel listrik ke atas tower, lebih praktis dan hemat.





6. Kabel UTP/STP

Meski namanya perangkat wireless, namun peranan kabel juga diperlukan, kabel UTP/STP ini diperlukan untuk menghubungkan antara access point dengan jaringan kabel pada LAN lokal anda, jadi di bawah dia bisa ditancapkan ke komputer Gateway/Router atau ke Hub/Switch, pilihlah kabel UTP/STP yang berkualitas baik guna meningkatkan kualitas arus listrik yang dilewatkan melalui POE.





7. Penangkal Petir (Lightning Arrester)


Sebagai pengaman dari petir maka anda memerlukan alat ini yang berfungsi menyalurkan kelebihan beban listrik saat petir menyambar ke kabel pembumian(grounding), komponen ini dipasang pada kabel jumper antara perangkat access point dengan antena eksternal. Grounding untuk penangkal petir umumnya ditanam dengan batang tembaga hingga kedalaman beberapa meter sampai mencapai sumber air. Ingat grounding yang kurang baik akan menyebabkan perangkat wireless tetap rentan terhadap serangan petir.



8. Tower


Guna mendapatkan jangkauan area coverage yang maksimal, anda perlu menaikkan antena omni eksternal ke tempat yang tinggi agar client WLAN anda bisa menangkap sinyal radio anda dengan baik.





## PERANGKAT CLIENT WLAN ##

Pada sisi client, untuk menangkap sinyal dari "antena omni" anda maka perangkat client sbb :

1. Untuk Client yang jaraknya dari tempat pemancar kurang dari 1 KM, lebih ekonomis jika menggunakan wajan bolic, dimana pada perangkat tersebut biasanya sudah dilengkapi dengan USB Wifi, yang disambungkan dengan kabel UTP plus kabel extended USB, jadi langsung anda bisa menancapkannya ke komputer.

2. Apabila jarak client lebih dari 1 KM, anda membutuhkan 2 perangkat, pertama, access point dan kedua antena eksternal pengarah atau type grid untuk menangkap sinyal dari pemancar anda ethernet LAN ini maksudnya apa?
apakah udah terhubung ke Switch / hub ?
atau maksudnya cuma punya ethernet card ?

Kalo misalnya di masing2 ruang udah ada HUB / switch, berarti cuma perlu koneksi antara kedua ruang itu. Nah itu bisa pake 2 wireless router / wireless switch. Bisa juga kamu beli 2 buah Wireless USB Dongle, trus colok di salah satu komputer di masing2 ruangan (setelah itu harus ada setting2 tambahan lagi, kalo emang mau pake cara ini, nanti tanya lagi aja di Yahoo answer). Dengan catatan kalo pake Wireless router / switch speednya biasanya 54 Mbps, kalo pake USB dongle speednya cuma 11 Mbps.

Kalo misalnya semuanya blom terhubung, cuma punya ethernet card aja, solusi paling murahnya kamu pake:
1 switch (yang pake kabel biasa)
1 wireless router (cari yang punya 4 port buat LAN, supaya bisa pake kabel juga). Harganya kayaknya 576 ribuan deh 3-COM
1 Wireless USB Dongle (300 ribuan) TP-LINK 250 Rebuan
9 Kabel buat sambungin komputer ke switch / router.

Nanti di ruang A, kelima komputernya kamu sambungin pake kabel ke switch biasa. Setelah itu colok wireless USB dongle nya ke salah satu komputer disitu (komputer ini akan berfungsi sebagai jembatan, semua komputer di ruang numpang lewat).

Di ruang B, ke 4 komputernya sambungin pake kabel ke wireless routernya (makanya wireless routernya harus yang sedia 4 port LAN). Selesai deh.

Nanti wireless routernya kamu setting, bikin access point (jgn lupa kasih password). Trus dari ruangan A tinggal setting komputer yang dipasangin wireless USB. Cari access point yang tadi udah kamu bikin, masukin passwordnya. Kalo udah nyambung, kamu buka network connection. Pilih (blok) ethernet card dan Wireless kamu, klik kanan dan pilih bridge connection. Selesai deh, ruang A dan ruang B sekarang terhubung.

tambahan:
Komputer yang di ruang A dan B setting IPnya bikin aja automatically detect IP setting. Biarin routernya yang ngasih IP (routernya sebagai DHCP server).
Speed dari wireless USB ke Wireless router adalah maksimum 54 Mbps (sekitar 6,5 Megabyte per detik)


http://papuahost.com/index.php/blog-papua-host/79-langkah-langkah-membuat-wi-fi-hotspot